Senin, 02 Maret 2015

Memproses Daging Sapi

BUNTUT SAPI bisa di proses jadi beragam hidangan. Ingin digoreng, dibakar, sampai di buat sup sekalipun. Walau demikian, untuk memproses sisi buntut ini memerlukan perhatian ekstra. Baiknya ketahui karakteristik buntut sapi. Tersebut panduan pemrosesannya.

Buntut sapi tak terus-terusan di buat sop buntut. Bila Anda ingin buka resep yang ada di buku atau di internet, Anda bisa temukan banyak kreasi dari olahan buntut. Umpamanya saja semur buntut sapi, ya bukan sekedar terbatas pada daging sapi, sisi buntut tak ada kelirunya juga di buat semur.

Dengan tehnik yang pas, buntut sapi yang Anda masak akhirnya bakal lezat, kaya rempah dengan struktur yang empuk. Untuk memberikan cita rasa pedas, pakai saja cabai rawit. Buntut sapi dapat juga di buat sop buntut sapi goreng. Sama juga seperti bikin sop buntut biasanya. Cuma, sesudah sop buntut masak, lalu gorenglah buntut sapi untuk memperoleh cita rasa yang renyah. Agar makan nikmat, imbuhkan bumbu serta kecap waktu menggoreng.

Hidangkan buntut sapi yang telah digoreng ini, terpisah dengan nasi serta kuah sop. Imbuhkan sambal agar lebih lezat. Buntut sapi dapat juga dipanggang. Memanggang sisi buntut akan bikin lemak-lemak yang masih tetap tersisa jadi meleleh serta bikin struktur buntut sapi jadi lebih empuk. Saat sebelum memanggang buntut sapi dalam oven, tumislah bumbu serta rempah yang dipakai. Masukkan buntut sapi serta bahan pelengkap pada pinggan tahan panas serta tutup permukaannya dengan aluminium foil agar panas menebar rata serta buntut sapi masak prima.

Resep lain yang dapat diaplikasikan, yakni gulai buntut sapi. Olahan kuah bersantan pada hidangan ini pasti tidak ada duanya. Buntut sapi memanglah jadi andalan untuk masakan Nusantara. Walau demikian, bisa disebut memproses sisi buntut ini gampang-gampang sulit. Jadi itu, saat sebelum mulai turun ke dapur, baiknya Anda ketahui dulu bagianbagian buntut sapi. Karena, tiap-tiap sisi mempunyai karakteristik sendiri beserta olahan yang pas. Sebut saja sisi ujung yang lebih kecil, pas untuk di buat sup.

Sesaat semakin ke pangkal, potongan ekornya semakin besar hingga pas di buat asam padeh atau buntut penyet. Penggunaan buntut sapi yang fresh sangatlah utama untuk melindungi rasa serta aroma hidangan buntut yang bakal di buat. Pastikan buntut sapi fresh dengan daging yang berwarna merah atau merah muda dari pada abu-abu atau cokelat. Tentukan juga buntut sapi dengan lemak yang cukup.

Minta pertolongan tukang daging berlangganan untuk memotong serta bersihkan buntut yang Anda beli hingga Anda dapat segera mengolahnya sesuai sama resep. Lantaran sisi buntut sapi banyak terkandung lemak serta bertulang, jadi sisi sapi ini butuh dimasak kurun waktu cukup lama agar empuk. Anda bisa memakai panci bertekanan atau pressure cooker untuk mempercepat sistem memasak.

Disamping itu, untuk menyingkirkan bau anyir, baiknya buntut di rebus dulu berbarengan daun salam serta jahe saat sebelum dipakai. Air rebusannya dapat digunakan kembali yang bisa menaikkan gurih rasa kuah. Namun ingat, air rebusan buntut yang pertama mesti dibuang lantaran banyak terkandung lemak serta warnanya condong pekat. Terkecuali menyingkirkan bau anyir, langkah tersebut dapat juga menyingkirkan bakteri serta lemak yg tidak dapat hilang dengan pertolongan pisau.

Untuk kurangi kandungan lemaknya, taruh kuah yang telah dingin didalam almari es semalaman, lantas buang sisi lemak yang membeku diatas air esok harinya. Buntut impor biasanya lebih favorite daripada buntut lokal. Sebagian restoran banyak yang menggunakan buntut sapi keluaran impor. Lumrah saja, karena buntut impor di kenal mempunyai kwalitas yang tambah baik.

Dengan struktur daging yang lebih lunak dan ukurannya yang besar serta banyak terkandung lemak, pemrosesan buntut impor juga tidak butuh saat lama. Memperolehnya juga gampang, di swalayan banyak tersedia dalam keadaan beku. Demikian sebaliknya, buntut lokal senantiasa ada dalam keadaan fresh.

Sayang, stoknya tidak selamanya ada lantaran terbatas. Memiliki bentuk tak seragam dengan ukuran yang lebih kecil. Dagingnya juga tak sejumlah serta setebal buntut impor, namun kandungan lemaknya lebih sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar